Taman Kehidupan


.........have we try really hard to prepare ourselves in this life, for this life and the hereafter? how would we look when we return to Allah SWT, or could we even meet His face, the everlasting Light?.....may Allah guide us to the light/truth and keep us on the straight path, amiin.

picture taken from here  

It's Temporary Report Season....!


Tanggal 31 Oktober lalu angels-nya mama dibagikan rapor bayangannya. Kaka Alifya as always...she is the best in class. Kata papa yg jd pengganti peran mama sbg pengambil rapor...ga sangka yah, ibu/bapak gurunya kaka selalu deh kebagian bagusnya kelakuan kaka....yg sabar, mandiri, pinter,....itu kalo di sekolah bu, pak, kalo di rumah mah suka kumat cengengnya atau isengnya apalagi ma adek2. Tapi ga pa pa namanya juga masih anak2, lagian mama papa ga boleh protes...toh selama ini ga banyak keluarin tenaga ngajarin kaka macem2 tinggal terima pinternya dari sekolah hasil didikan guru-guru, urusan akhlak mah justru tanggungjawab ortu kudu ambil porsi terbesar dong ^_^ 

Now, lets see Aqeela's report : hehe yang ini lain lagi, kata bu guru April...Aqeela hebat di diskusi dan tanya jawab, tapi urusan baca tulis huruf alfabet dan hijaiyah waduuuh males banget angel yg satu ini. Alhasil, dia kudu ikut les baca tulis sepekan dua kali after class. Mungkin karena udah TK B ya, persiapan masuk SD. Hih kasian deh ya anak2 sekarang. Keep up the spirit yah sayang ^_^

How about Ayesha? O-oh angel yg suka protes dipanggil adek ini (tenang aja dek, bentar lagi qta program dede bayi cowok buat kamu yah) trnyata pendiam di kelas sodara-sodara. Aih masa sih....dia yg paling cerewet dan nyaring di rumah bu guru Muti, coba aja suruh ngarang cerita, she is unstopable (bener gak ya istilahnya) dan liatlah gayanya ketika bertuturcerita...so expressive. Wah, mama akan konsultasi dgn bu guru segera nih...to find out what's the missing link ^_^

Nah, begitulah sekilas laporan acara bagi rapor bayangan bidadari2 rumah kami ^_^ let's continue our life journey angels and be mom's sweet gilrs always.....amiin.

pic. taken from private collection of Inne Hardjanto

Dreaming for Loving Mother


When I am happy, I look for my couple
When I am sad, I look for my mother
When I get success, I will talk to my couple
When I get failure, I will talk to my mother
When I get happiness, I will hug my couple closely
When I am broken, I will hug my mother closely
When I will go weekend, I go with my couple
When I am busy, I hope my mother to take care of my children

When the valentine is coming, I give my couple some gift
When Mother’s Day is coming, I just can say “Happy Mother’s Day”
I always remember my couple
My mother always remember me
I always have called my girl in every time
I don’t know when I want to call my mother
I always buy a gift for my couple
I don’t know when I want to buy a gift for my mother


REMEMBER :


When you’ve done read and learn from it, did you still remember your mother?
There is not much hope of a mother from you…just say hello to her, it’s enough
But if your mother has died
You will call her, MOTHER… I MISS U…I LOVE YOU
How many man & woman who can give a head by their hands to their mother
How many man & woman who want to changes their mother bed
How many man & woman want to clean their mother faces
How many man & woman want to take care of their mother?


sumber: anonim (from site:www.sebalai.blogspot.com)


Angels on Earth

Dapat situs edit foto gratisan dan gampang, kemarin mama nge-test yang di picnik.com dan hasilnya...biasa aja karena cuma nyari bingkai dan upload foto, ga diedit2. Yang bikin luarrrbiasa karena wajah2 cantik di foto itu....they are our angels on earth ^_^



Sayang ya mama belum bisa photoshop...tuh mata Ayesha aja masih ketutup bayangan topi jilbabnya.

Biarlah Yang Miskin Berkata, "Aku Kaya!"

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya,”Bagaimana perjalanan tadi?” “Sungguh luar biasa, Pa.” “Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?” tanya sang ayah.

“Iya, Pa,” jawabnya. “Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?” tanya ayahnya lagi. Si anak menjawab, “Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor.

Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya.

Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.

Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison.

Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri.

Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri.

Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka.

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, “Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita.”

Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki.

Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain.
Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Allah atas anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi.

“Sungguh, jikalau engkau bersyukur, akan Aku tambahkan nikmatku, akan tetapi, jika kamu kufur, sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih…” (QS Ibrahim : 7)

sumber : blog Menyulam Cinta Sejati